Logo

1.5. Pasar Primer dan Pasar Sekunder

traderBOS4mula
⚠️ DISCLAIMER
Dokumen jurnal pribadi di blog ini dapat diakses secara terbuka oleh publik,bukan merupakan rekomendasi maupun saran investasi. Trading memiliki risiko tinggi, setiap keputusan transaksi menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan fundamental dan likuiditas global.

1.5. Pasar Primer dan Pasar Sekunder

Sebelum melakukan Security Analysis, seorang investor harus memahami di mana suatu sekuritas diterbitkan dan diperdagangkan. Secara umum, perdagangan sekuritas dibagi menjadi dua jenis pasar, yaitu Pasar Primer (Primary Market) dan Pasar Sekunder (Secondary Market).

Perbedaan keduanya sangat penting karena analisis sekuritas hampir seluruhnya berfokus pada aktivitas di pasar sekunder, yaitu tempat investor membeli dan menjual sekuritas yang telah diterbitkan sebelumnya.


1.5.1 Pasar Primer (Primary Market)

Pasar primer adalah pasar tempat sekuritas dijual untuk pertama kalinya oleh penerbit kepada investor. Dana hasil penjualan masuk langsung kepada perusahaan atau pemerintah sebagai sumber pendanaan.

Karakteristik Pasar Primer

  • Sekuritas diterbitkan untuk pertama kali.
  • Dana hasil penjualan diterima oleh emiten.
  • Harga ditentukan sebelum penawaran.
  • Tidak terjadi perdagangan antar investor.
  • Bertujuan memperoleh modal baru.

Contoh

  • Initial Public Offering (IPO)
  • Right Issue
  • Private Placement
  • Penerbitan Obligasi Baru
Contoh Kasus
PT ABC melakukan IPO dengan harga Rp1.000 per saham. Investor membeli saham tersebut langsung dari perusahaan. Dana hasil penjualan masuk ke PT ABC untuk membiayai ekspansi usaha.

1.5.2 Pasar Sekunder (Secondary Market)

Pasar sekunder adalah pasar tempat sekuritas yang telah diterbitkan diperdagangkan kembali antar investor. Pada tahap ini perusahaan tidak lagi menerima dana dari transaksi yang terjadi.

Sebagian besar aktivitas investor profesional, analis, fund manager, dan trader terjadi di pasar sekunder karena harga berubah setiap saat sesuai mekanisme permintaan dan penawaran.

Karakteristik Pasar Sekunder

  • Perdagangan terjadi antar investor.
  • Perusahaan tidak menerima dana dari transaksi.
  • Harga berubah secara real-time.
  • Likuiditas ditentukan oleh aktivitas pasar.
  • Harga dibentuk oleh supply dan demand.

Contoh

  • Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
  • Perdagangan saham di NYSE dan NASDAQ.
  • Perdagangan obligasi di pasar sekunder.
  • Perdagangan ETF.
Contoh Kasus
Setelah IPO selesai, saham PT ABC naik menjadi Rp1.350. Investor A menjual sahamnya kepada Investor B melalui bursa. Uang hasil transaksi diterima Investor A, sedangkan PT ABC tidak memperoleh dana tambahan.

1.5.3 Mengapa Security Analysis Berfokus pada Pasar Sekunder?

Tujuan utama Security Analysis adalah menentukan apakah harga pasar suatu sekuritas mencerminkan nilai intrinsiknya. Karena harga di pasar sekunder selalu berubah akibat transaksi antar investor, analis mencari peluang ketika harga berbeda dari nilai wajarnya.

Fokus Analisis

  • Menentukan nilai intrinsik (Intrinsic Value).
  • Mencari saham yang undervalued atau overvalued.
  • Menganalisis risiko investasi.
  • Mengevaluasi prospek perusahaan.
  • Menentukan waktu membeli, menahan, atau menjual.

1.5.4 Perbandingan Pasar Primer dan Pasar Sekunder

Aspek Pasar Primer Pasar Sekunder
Penjual Perusahaan / Pemerintah Investor
Pembeli Investor Investor
Dana Masuk Ke Emiten Ke Investor Penjual
Harga Ditentukan saat penerbitan Ditentukan pasar
Likuiditas Terbatas Tinggi
Objek Security Analysis Terbatas Sangat Dominan

Kesimpulan

Pasar primer berfungsi sebagai tempat perusahaan memperoleh modal melalui penerbitan sekuritas, sedangkan pasar sekunder menjadi tempat investor memperjualbelikan sekuritas yang telah diterbitkan. Bagi seorang analis sekuritas, pasar sekunder merupakan fokus utama karena di sinilah harga terbentuk melalui mekanisme permintaan dan penawaran, sehingga muncul peluang investasi akibat perbedaan antara harga pasar dan nilai intrinsik.