Logo

2.5 Derivatives

traderBOS4mula
⚠️ DISCLAIMER
Dokumen jurnal pribadi di blog ini dapat diakses secara terbuka oleh publik,bukan merupakan rekomendasi maupun saran investasi. Trading memiliki risiko tinggi, setiap keputusan transaksi menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan fundamental dan likuiditas global.

2.5 Derivatives

Derivatives adalah instrumen atau kontrak keuangan yang nilainya berasal dari atau bergantung pada nilai suatu underlying asset atau variabel tertentu.

Underlying dapat berupa saham, obligasi, komoditas, mata uang, suku bunga, indeks, atau variabel keuangan lainnya.

Underlying adalah aset atau variabel yang menjadi dasar nilai suatu derivative. Underlying dapat berupa saham, obligasi, indeks, komoditas, mata uang, suku bunga, atau aset/variabel lainnya.

Contoh: saham → Stock Option, indeks → Index Futures, emas → Gold Futures, mata uang → Currency Futures.

Dalam contoh emas, underlying dapat berupa harga emas spot, sedangkan Gold Futures merupakan derivatif yang nilainya berkaitan dengan harga emas tersebut.


2.5.1 Cara Kerja Derivatives

Berbeda dengan saham yang secara langsung mewakili kepemilikan perusahaan, derivatif merupakan kontrak yang nilainya dipengaruhi oleh sesuatu yang menjadi underlying.

Underlying Asset / VariableDerivative ContractNilai Derivatif

Perubahan harga atau kondisi underlying dapat menyebabkan perubahan nilai kontrak derivatif.


2.5.2 Jenis Utama Derivatives

Derivatif dapat dibedakan berdasarkan struktur kontraknya. Empat kelompok utama yang perlu dipahami adalah:

  1. Forward
  2. Futures
  3. Options
  4. Swaps

2.5.3 Forward Contract

Forward adalah kontrak antara dua pihak untuk membeli atau menjual suatu underlying pada harga dan waktu tertentu di masa depan.

Forward umumnya diperdagangkan secara over-the-counter (OTC), sehingga ketentuan kontraknya dapat disesuaikan antara pihak-pihak yang terlibat.

Karakteristik

  • Kontrak antara dua pihak.
  • Dapat disesuaikan dengan kebutuhan pihak yang bertransaksi.
  • Memiliki counterparty risk.
  • Umumnya diperdagangkan OTC.

2.5.4 Futures Contract

Futures adalah kontrak standar untuk membeli atau menjual underlying pada harga dan tanggal tertentu di masa depan.

Futures umumnya diperdagangkan melalui bursa dan memiliki spesifikasi kontrak yang telah distandarkan.

Karakteristik

  • Kontrak terstandarisasi.
  • Diperdagangkan melalui bursa.
  • Memiliki mekanisme margin.
  • Dapat digunakan untuk hedging maupun spekulasi.
  • Nilai posisi dapat berubah setiap saat mengikuti pasar.

2.5.5 Options

Option memberikan hak kepada pembeli, tetapi bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual underlying pada harga tertentu selama atau pada waktu tertentu sesuai jenis kontraknya.

Dua jenis utama option adalah:

  • Call Option — hak untuk membeli underlying.
  • Put Option — hak untuk menjual underlying.

Pembeli option membayar premium untuk memperoleh hak tersebut.


2.5.6 Call dan Put

Jenis Hak Pembeli Ekspektasi Umum
Call Membeli underlying Mengantisipasi kenaikan nilai underlying
Put Menjual underlying Mengantisipasi penurunan nilai underlying

2.5.7 Swaps

Swap adalah kontrak ketika dua pihak sepakat untuk mempertukarkan arus kas berdasarkan formula atau ketentuan tertentu.

Salah satu contoh yang umum adalah interest rate swap, yaitu pertukaran arus pembayaran bunga berdasarkan struktur suku bunga tertentu.

Swap juga dapat digunakan untuk mengelola eksposur mata uang dan risiko keuangan lainnya.


2.5.8 Tujuan Penggunaan Derivatives

1. Hedging

Derivatif dapat digunakan untuk mengurangi atau mengelola eksposur terhadap risiko tertentu.

2. Speculation

Derivatif dapat digunakan untuk mengambil posisi berdasarkan ekspektasi terhadap perubahan harga atau variabel tertentu.

3. Price Discovery

Perdagangan derivatif dapat membantu proses pembentukan harga dan pengungkapan ekspektasi pasar terhadap underlying.


2.5.9 Leverage

Salah satu karakteristik penting derivatif adalah adanya potensi leverage.

Dengan modal awal yang relatif lebih kecil, investor dapat memperoleh eksposur terhadap nilai underlying yang lebih besar.

Penting:
Leverage memperbesar eksposur terhadap keuntungan sekaligus kerugian. Karena itu, penggunaan derivatif membutuhkan pengelolaan risiko yang ketat.

2.5.10 Risiko Derivatives

  • Market Risk — perubahan harga underlying dapat menyebabkan kerugian.
  • Leverage Risk — perubahan kecil pada underlying dapat memberikan dampak besar terhadap posisi.
  • Counterparty Risk — pihak lawan gagal memenuhi kewajibannya, terutama pada kontrak tertentu yang diperdagangkan OTC.
  • Liquidity Risk — posisi sulit ditutup pada harga yang diharapkan.
  • Basis Risk — perubahan underlying yang digunakan sebagai hedge tidak sepenuhnya bergerak sesuai dengan eksposur yang dilindungi.

2.5.11 Derivatives dan Pasar Sekunder

Sebagian derivatif diperdagangkan melalui bursa dan sebagian lainnya diperdagangkan secara OTC.

Dalam pasar sekunder, harga atau nilai kontrak dapat berubah mengikuti perubahan underlying, waktu, volatilitas, suku bunga, serta faktor lainnya.

Perubahan UnderlyingPerubahan EkspektasiPerubahan Nilai Derivatif


2.5.12 Faktor yang Mempengaruhi Nilai Option

Nilai option tidak hanya ditentukan oleh harga underlying.

  • Harga underlying.
  • Strike price.
  • Waktu hingga jatuh tempo.
  • Volatilitas.
  • Suku bunga.
  • Dividen atau distribusi underlying, jika relevan.

Karena itu, analisis option membutuhkan pemahaman yang lebih kompleks dibandingkan sekadar memperkirakan arah harga.


2.5.13 Perbandingan Derivatives

Instrumen Karakteristik Utama
Forward Kontrak OTC yang dapat disesuaikan
Futures Kontrak standar yang umumnya diperdagangkan di bursa
Option Memberikan hak, bukan kewajiban, kepada pembeli
Swap Pertukaran arus kas berdasarkan ketentuan tertentu

2.5.14 Poin Penting

  • Derivatives memperoleh nilai dari underlying asset atau variabel.
  • Forward, futures, options, dan swaps merupakan kelompok utama derivatif.
  • Derivatif dapat digunakan untuk hedging maupun spekulasi.
  • Leverage dapat memperbesar keuntungan dan kerugian.
  • Risiko derivatif harus dianalisis berdasarkan struktur kontraknya.
  • Harga derivatif dipengaruhi oleh underlying dan berbagai faktor lainnya.

Kesimpulan

Derivatives merupakan instrumen berbasis kontrak yang nilainya bergantung pada underlying tertentu. Instrumen ini memiliki fungsi penting dalam pengelolaan risiko, spekulasi, dan pembentukan harga di pasar keuangan.

Karena memiliki struktur dan risiko yang lebih kompleks, analisis derivatif membutuhkan pemahaman terhadap kontrak, underlying, leverage, waktu, volatilitas, serta risiko pihak yang terlibat.