2.3 Debt Securities
Dokumen jurnal pribadi di blog ini dapat diakses secara terbuka oleh publik,bukan merupakan rekomendasi maupun saran investasi. Trading memiliki risiko tinggi, setiap keputusan transaksi menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan fundamental dan likuiditas global.
2.3 Debt Securities
Debt Securities adalah sekuritas yang merepresentasikan kewajiban atau utang dari pihak penerbit kepada pemegang sekuritas. Investor bertindak sebagai pihak yang memberikan dana, sedangkan penerbit memiliki kewajiban sesuai dengan ketentuan instrumen tersebut.
Berbeda dengan equity securities, pemegang debt securities pada umumnya tidak memiliki kepemilikan residual terhadap perusahaan hanya karena memegang instrumen utangnya.
2.3.1 Cara Kerja Debt Securities
Mekanisme dasar debt securities dapat digambarkan sebagai berikut:
Investor → memberikan dana → Penerbit
Penerbit → membayar bunga/kupon dan pokok sesuai ketentuan → Investor
Ketentuan pembayaran, tingkat bunga, jatuh tempo, serta hak investor ditentukan dalam dokumen penerbitan instrumen tersebut.
2.3.2 Contoh Debt Securities
- Government Bonds — obligasi pemerintah.
- Corporate Bonds — obligasi perusahaan.
- Treasury Bills — surat utang pemerintah jangka pendek.
- Commercial Paper — surat utang jangka pendek perusahaan.
- Certificates of Deposit — instrumen deposito yang dapat memiliki karakteristik yang dapat diperdagangkan tergantung pasar dan yurisdiksi.
2.3.3 Kupon dan Pokok
Banyak debt securities memberikan pembayaran bunga atau coupon kepada investor.
Selain pembayaran kupon, penerbit biasanya memiliki kewajiban untuk membayar kembali principal atau nilai pokok sesuai ketentuan pada saat jatuh tempo.
Principal = jumlah pokok yang harus dibayar kembali
Coupon = pembayaran bunga sesuai ketentuan instrumen
2.3.4 Maturity
Salah satu karakteristik penting debt securities adalah maturity atau tanggal jatuh tempo.
Jatuh tempo menunjukkan kapan kewajiban pokok instrumen tersebut dijadwalkan untuk dibayar kembali, sesuai dengan ketentuan penerbitannya.
Secara umum, instrumen utang dapat memiliki jangka waktu:
- Jangka pendek.
- Jangka menengah.
- Jangka panjang.
2.3.5 Credit Risk
Salah satu risiko utama debt securities adalah credit risk, yaitu risiko bahwa penerbit tidak mampu memenuhi kewajibannya sesuai jadwal atau ketentuan.
Karena itu, dalam analisis obligasi investor perlu memperhatikan kemampuan penerbit menghasilkan arus kas dan memenuhi kewajiban finansialnya.
Hal yang Diperhatikan
- Kemampuan membayar bunga.
- Kemampuan membayar pokok.
- Tingkat utang.
- Arus kas.
- Profitabilitas.
- Kondisi industri.
- Kondisi ekonomi.
2.3.6 Interest Rate Risk
Harga obligasi yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder umumnya dipengaruhi oleh perubahan tingkat suku bunga pasar.
Secara umum, terdapat hubungan berlawanan antara harga obligasi dan tingkat suku bunga pasar.
Suku bunga naik → harga obligasi cenderung turun
Suku bunga turun → harga obligasi cenderung naik
Besarnya sensitivitas terhadap perubahan suku bunga dapat berbeda tergantung karakteristik obligasi, termasuk jatuh tempo dan struktur pembayaran.
2.3.7 Yield
Yield digunakan untuk menggambarkan tingkat hasil yang berkaitan dengan harga dan arus kas suatu instrumen utang.
Salah satu konsep dasar adalah current yield:
Untuk analisis yang lebih lengkap, investor dapat menggunakan ukuran seperti Yield to Maturity (YTM) yang mempertimbangkan arus kas dan waktu hingga jatuh tempo.
2.3.8 Harga Debt Securities di Pasar Sekunder
Debt securities yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder tidak selalu diperdagangkan pada nilai nominalnya.
Harga pasar dapat berada:
- Above Par — di atas nilai nominal.
- At Par — mendekati nilai nominal.
- Below Par — di bawah nilai nominal.
Perubahan harga tersebut dapat dipengaruhi oleh suku bunga, risiko kredit, likuiditas, waktu menuju jatuh tempo, serta kondisi pasar.
2.3.9 Bond Rating
Beberapa obligasi memperoleh credit rating dari lembaga pemeringkat untuk memberikan indikasi mengenai kualitas kredit penerbit atau instrumen.
Rating bukan jaminan bahwa investor tidak akan mengalami kerugian. Investor tetap perlu melakukan analisis sendiri terhadap kemampuan penerbit memenuhi kewajibannya.
2.3.10 Debt Securities vs Equity Securities
| Karakteristik | Debt Securities | Equity Securities |
|---|---|---|
| Hubungan dengan penerbit | Kreditur/pemberi dana | Pemilik atau pemegang kepentingan ekuitas |
| Pembayaran | Umumnya berdasarkan ketentuan bunga/kupon dan pokok | Dividen tidak selalu wajib dibayar |
| Jatuh tempo | Umumnya memiliki maturity | Umumnya tidak memiliki maturity |
| Hak residual | Tidak | Ya |
| Risiko utama | Credit risk dan interest rate risk | Market dan business risk |
2.3.11 Poin Penting
- Debt securities merepresentasikan kewajiban penerbit kepada investor.
- Obligasi merupakan salah satu contoh utama debt securities.
- Investor perlu memahami kupon, pokok, yield, dan maturity.
- Credit risk merupakan risiko penting dalam instrumen utang.
- Perubahan suku bunga dapat mempengaruhi harga obligasi di pasar sekunder.
- Harga pasar obligasi dapat berbeda dari nilai nominal.
- Analisis debt securities berfokus pada kemampuan penerbit memenuhi kewajibannya dan risiko yang melekat pada instrumen.
Kesimpulan
Debt Securities merupakan instrumen yang memberikan klaim pembayaran terhadap penerbit berdasarkan ketentuan tertentu. Investor memperoleh return terutama melalui pembayaran bunga/kupon dan perubahan harga.
Dalam Security Analysis, debt securities perlu dianalisis dari sisi kemampuan penerbit membayar kewajiban, tingkat suku bunga, yield, jatuh tempo, likuiditas, dan risiko kredit.