Logo

1.3. Tujuan Security Analysis

traderBOS4mula
⚠️ DISCLAIMER
Dokumen jurnal pribadi di blog ini dapat diakses secara terbuka oleh publik,bukan merupakan rekomendasi maupun saran investasi. Trading memiliki risiko tinggi, setiap keputusan transaksi menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan fundamental dan likuiditas global.

1.3 Tujuan Security Analysis

Setelah memahami pengertian Security Analysis, langkah berikutnya adalah memahami tujuan dilakukannya analisis terhadap suatu sekuritas. Security Analysis bukan sekadar mencari sekuritas yang harganya naik, tetapi merupakan proses untuk menilai hubungan antara nilai ekonomi, harga pasar, risiko, dan potensi imbal hasil.

Tujuan utama analisis sekuritas adalah membantu investor membuat keputusan yang rasional berdasarkan informasi dan analisis yang tersedia. Dengan demikian, keputusan investasi tidak hanya didasarkan pada pergerakan harga atau opini pasar.


1.3.1 Menentukan Nilai Sekuritas

Salah satu tujuan utama Security Analysis adalah memperkirakan nilai intrinsik (Intrinsic Value) suatu sekuritas.

Nilai intrinsik merupakan estimasi nilai ekonomi suatu sekuritas berdasarkan faktor-faktor fundamental yang relevan. Nilai tersebut kemudian dapat dibandingkan dengan harga yang sedang terbentuk di pasar.

Konsep Dasar:
Security Analysis berusaha menjawab pertanyaan: "Berapa sebenarnya nilai suatu sekuritas berdasarkan informasi yang tersedia?"

1.3.2 Membandingkan Nilai Intrinsik dengan Harga Pasar

Setelah nilai intrinsik diperkirakan, analis membandingkannya dengan Market Price.

Perbandingan tersebut dapat menghasilkan tiga kondisi utama:

Kondisi Hubungan Interpretasi
Undervalued Nilai Intrinsik > Harga Pasar Harga pasar berada di bawah estimasi nilai
Fairly Valued Nilai Intrinsik ≈ Harga Pasar Harga relatif mendekati estimasi nilai
Overvalued Nilai Intrinsik < Harga Pasar Harga pasar berada di atas estimasi nilai

Perbandingan ini menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan investasi.


1.3.3 Mengidentifikasi Risiko

Security Analysis tidak hanya mencari potensi keuntungan, tetapi juga mengidentifikasi risiko yang dapat menyebabkan kerugian.

Risiko dapat berasal dari berbagai sumber, seperti kondisi keuangan perusahaan, utang, perubahan industri, kondisi ekonomi, perubahan suku bunga, maupun risiko pasar.

Contoh Risiko

  • Business Risk
  • Financial Risk
  • Market Risk
  • Liquidity Risk
  • Interest Rate Risk
  • Currency Risk
  • Credit Risk

Dengan memahami risiko, investor dapat menilai apakah potensi keuntungan yang ditawarkan sebanding dengan risiko yang harus ditanggung.


1.3.4 Mencari Peluang Investasi

Analisis sekuritas digunakan untuk menemukan peluang ketika terdapat perbedaan antara harga pasar dan estimasi nilai intrinsik.

Misalnya, sebuah saham diperdagangkan pada harga Rp1.000 sementara hasil analisis menunjukkan estimasi nilai intrinsiknya sebesar Rp1.500. Perbedaan tersebut dapat menjadi objek analisis lebih lanjut.

Namun, perbedaan tersebut bukan jaminan bahwa harga akan langsung bergerak menuju nilai intrinsiknya. Oleh karena itu, analis tetap harus mempertimbangkan risiko dan kualitas analisis yang digunakan.


1.3.5 Mendukung Keputusan Investasi

Security Analysis membantu investor menentukan tindakan terhadap suatu sekuritas berdasarkan hasil analisis.

  • Buy — membeli apabila hasil analisis mendukung keputusan tersebut.
  • Hold — mempertahankan apabila sekuritas masih sesuai dengan tesis investasi.
  • Sell — menjual apabila alasan investasi tidak lagi terpenuhi.
  • Avoid — menghindari apabila risiko atau valuasi tidak menarik.

Keputusan tersebut seharusnya berasal dari proses analisis, bukan hanya mengikuti pergerakan harga atau keputusan investor lain.


1.3.6 Mengurangi Kesalahan dalam Pengambilan Keputusan

Investor dapat melakukan kesalahan ketika keputusan dibuat berdasarkan emosi, rumor, atau informasi yang tidak lengkap.

Security Analysis membantu membangun proses pengambilan keputusan yang lebih sistematis dengan menggunakan data, informasi perusahaan, kondisi industri, kondisi ekonomi, dan harga pasar.

Catatan:
Analisis tidak menghilangkan risiko investasi. Analisis bertujuan membuat keputusan menjadi lebih terinformasi dan memungkinkan investor memahami risiko yang sedang diambil.

1.3.7 Membangun Investment Thesis

Hasil akhir dari Security Analysis dapat digunakan untuk membangun Investment Thesis, yaitu alasan yang terstruktur mengenai mengapa suatu sekuritas dianggap menarik atau tidak menarik sebagai investasi.

Investment Thesis dapat mencakup:

  • Kondisi dan kualitas bisnis.
  • Kinerja keuangan.
  • Prospek pertumbuhan.
  • Kondisi industri.
  • Risiko utama.
  • Estimasi nilai intrinsik.
  • Harga pasar.
  • Alasan membeli atau tidak membeli.

1.3.8 Tujuan Security Analysis Secara Keseluruhan

Secara keseluruhan, tujuan Security Analysis dapat dirangkum menjadi beberapa pertanyaan utama:

  1. Apa yang sebenarnya dimiliki atau dibeli oleh investor?
  2. Berapa nilai ekonomi sekuritas tersebut?
  3. Berapa harga yang harus dibayar investor?
  4. Risiko apa yang harus ditanggung?
  5. Apakah potensi imbal hasil sebanding dengan risiko?
  6. Apakah terdapat perbedaan antara nilai dan harga?
  7. Apa alasan rasional untuk membeli, menahan, atau menjual?

Kesimpulan

Tujuan Security Analysis bukan sekadar memprediksi arah harga. Fokus utamanya adalah memahami sekuritas, memperkirakan nilai ekonominya, mengidentifikasi risiko, dan membandingkan nilai tersebut dengan harga pasar.

Dengan pendekatan tersebut, investor dapat membuat keputusan yang lebih terstruktur dan memiliki dasar yang jelas dalam menentukan apakah suatu sekuritas layak untuk dibeli, dipertahankan, dijual, atau dihindari.